MOROTAI, SRn || Sejumlah pengusaha yang bergerak di bidang jasa pengurusan transportasi (JPT) asal Surabaya bertemu dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara.
Pertemuan yang berlangsung di Jababeka d’Aloha Resort, Selasa 10 Desember malam tadi ini bertujuan untuk menggali data lebih lanjut serta akurat mengenai kebutuhan layanan tol laut di wilayah Morotai.
Perusahaan yang hadir dalam pertemuan tersebut, antara lain CV. Makmur Sejahtera, PT. Samudra Nusantara Atlantik, CV. Surya Cemerlang Group, PT. Bintaro Group, dan PT. Samitra Panca Abadi. Mereka berharap data yang diperoleh dapat menjadi acuan dalam menyusun rencana pengembangan layanan tol laut pada tahun 2025.
“Kami ingin mengetahui secara pasti berapa kebutuhan riil masyarakat Morotai terhadap layanan tol laut,” ujar Beni, salah satu pemilik JPT asal Surabaya.
Menurutnya, hingga saat ini, data yang dimiliki masih terbatas pada kuota resmi yang diberikan oleh PT Pelni. Data akurat sangat diperlukan untuk memastikan layanan tol laut dapat memenuhi kebutuhan masyarakat secara optimal.
Beni juga mengungkapkan kurangnya data spesifik dari Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM Kabupaten Pulau Morotai.
“Selama ini, kami hanya mengirimkan barang berdasarkan data yang ada tanpa mendapat umpan balik yang jelas,” tambahnya.
Ia berharap Pemda Morotai dapat memberikan informasi yang lebih rinci mengenai kebutuhan komoditas di wilayah tersebut.
Sementara Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Pulau Morotai, Ahdad. Hi Hasan, turut menyampaikan keprihatinannya terhadap penurunan frekuensi layanan kapal tol laut di wilayah tersebut.
“Beberapa tahun lalu, Morotai sangat terbantu dengan kehadiran Kapal Lotus 3 dan Lotus 5 yang menjamin distribusi logistik yang lancar. Namun saat ini, Morotai hanya dilayani oleh Kapal Lotus 5 yang beroperasi sebulan sekali.” ujarnya.
Menurutnya, Frekuensi yang minim ini dinilai tidak mencukupi, terutama untuk barang-barang yang memerlukan kontainer.
“Kami telah mengajukan usulan ke pemerintah pusat agar Morotai dijadikan pelabuhan terakhir dalam rute tol laut. Sayangnya, hingga kini belum ada tanggapan,” ungkap Hasan.
Ia berharap kunjungan para pengusaha JPT ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan pusat guna meningkatkan efisiensi layanan tol laut.
“Kami berharap kebutuhan masyarakat Morotai dapat terpenuhi dengan lebih baik melalui layanan tol laut yang lebih optimal,” pungkasnya.
Tidak ada komentar